Hipertensi dan hipotensi, keduanya merupakan suatu hal yang amat berlawanan. Hipertensi berarti tekanan darah tinggi, sedangkan hipotensi adalah tekanan darah rendah. Selama ini, hipertensi lebih sering ditakuti dibandingkan hipotensi. Tetapi, apakah benar demikian? Tulisan ini dapat menjawab pertanyaan tersebut. Sebelum melangkah dan membandingkan lebih jauh, ada baiknya kita terlebih dahulu mengenal dengan jelas apa itu hipertensi dan hipotensi.
Gejala Anemia, Penyebab, Faktor Risiko dan Pencegahan
Anemia atau kurang darah adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah atau hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang berperan dalam mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh.
Jumlah penderita stroke di Indonesia semakin meningkat tiap tahunnya. Pada akhir tahun 2012 lalu, sebuah lembaga mencatat telah terjadi sekitar 500.000 kasus penderita stroke dengan angka 12.500 orang meninggal akibat penyakit tersebut. Sementara sisanya mengalami cacat, baik ringan maupun berat. Karena itu pengobatan awal serta pencegahan menjadi perang penting dalam memerangi stroke.
Sistem peredaran darah manusia, atau yang disebut juga sistem kardiovaskuler merupakan suatu sistem pemindahan nutrisi dan zat-zat tertentu melalui sistem peredaran darah dari jantung ke seluruh sel-sel organ dalam tubuh, dan begitu pula sebaliknya. Darah memiliki dua sistem peredaran, yaitu :
Pengental yaitu bahan tambahan yang digunakan untuk menstabilkan, memekatkan atau mengentalkan makanan yang dicampurkan dengan air, sehingga membentuk kekentalan tertentu. Pengental makanan lebih dikenal dengan sebutan Emulsifier.